Videoh



loading...
Judul:Mengenang Riyanto !! Banser NU Yang Gugur menjaga Gereja pada malam Natal
Durasi:00:06:31
Dilihat:162,703x
Diterbitkan:24 Desember 2017
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

Saat itu tepatnya pada malam Natal, tanggal 24 Desember tahun 2000 yang silam. Bersama empat anggota banser lainnya, Riyanto mendapatkan tugas dari satunya untuk menjaga Gereja Eben Haezar Mojokerto. Riyanto bukanlah anggota polisi atau tentara, tapi ia adalah anggota Banser satuan koordinasi cabang Kabupaten Mojokerto.


Saat itu pukul 20.30 WIB. Perjalanan ibadah baru separuhnya berjalan. Tiba-tiba ada yang menyampaikan kabar bahwa di depan pintu gereja ada bungkusan hitam yang mencurigakan.

Mendengar hal itu, tangkas dan tanpa ragu, Riyanto membuka bungkusan tersebut. Ternyata isinya kabel yang terhubung dengan rangkaian bom rakitan dengan daya ledak tinggi.

Saat itu Riyanto tahu bahwa itu adalah bom. Mungkin ia punya kesempatan untuk kabur sesegera mungkin untuk menyelamatkan diri. Namun ia tidak melakukannya, semua sudah menjadi komitmen bahwa ia menjaga gereja atas nama kemanusiaan ... lalu ia memutuskan untuk membawa keluar BOM tersebut dan berteriak kepada jamaaah agar bertiarap, sambil lari mendekap bungkusan tersebut menjauh dari gereja yang di dalamnya terdapat ratusan jemaat yang sedang beribadah.

lalu tak beberapa lama Bom tersebut meledak di dalam dekapan Riyanto. Tubuhnya terpental hingga puluhan meter. Kuatnya daya ledak, merobohkan pagar beton gereja. Jari tangan dan muka Riyanto hancur. ia meninggal seketika demi menyelamatkan para jamaah di geraja.




Pada saat kejadian, Riyanto baru berusia 25 tahun, tetapi keberaniannya patut diacungi jempol. Ia rela berkorban untuk orang banyak, meski berbeda agama. Atas pengorbanan Riyanto, Gus Dur pernah berujar, " jika Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai akan kemanusiaan".

Di tengah datangnya banyak ujian menimpa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beragam saat ini, maka patut kiranya kita meneladani almarhum Riyanto yakni seorang anggota Banser Mojokerto binaan dari Organisasi Islam NU, sebagai organisasi Islam terbesar di indoensia yang di kenal sebagai ormaas yang lentur dan menghargai perbedaaan.

Bangsa ini dapat merdeka, bebas dari kejamnya penjajahan kolonial karena bangsa ini bersatu. Kemerdekaan mampu direbut oleh para pejuang dengan menanggalkan identitas suku, agama dan warna kulit. Pejuang saling bahu membahu mengusir penjajah pada masa lalu.

kehidupan keagamaan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan, dari motivasi agama inilah kita mampu merengkuh banyak keberhasilan, salah satunya adalah kemerdekaan melalui resolusi jihad KH Hasyim Asari yakni pendiri ormas NU.

Jika diibaratkan buku, Indonesia adalah sampulnya dan di dalamnya ada banyak agama, suku, dan budaya. Satu sama lain saling mengait. Memiliki alur cerita, menarik dan jelas dan tentunya saling melengkapi.

Kita cintai Indonesia dengan saling menghormati satu sama lain. Kita sayangi Indonesia dengan memupuk rasa toleransi.

BAGIKAN KE TEMAN ANDA